


MEDIABRANTAS.com – Pemerintah Indonesia terus memperluas peluang penempatan tenaga kerja terampil di pasar internasional, salah satunya melalui industri kapal pesiar global yang saat ini mengalami pertumbuhan signifikan dan membutuhkan banyak tenaga profesional.
Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, mengatakan industri kapal pesiar menjadi salah satu sektor yang menjanjikan karena permintaan tenaga kerja terus meningkat di berbagai bidang, mulai dari perhotelan, kuliner, teknik hingga operasional kapal.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut karena telah mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di tingkat internasional.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi salah satu pusat penyedia talenta global. Ia menyebutkan, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang melimpah dari berbagai lembaga pendidikan vokasi dan maritim.
Data menunjukkan terdapat lebih dari 108 ribu lulusan SMK perhotelan, sekitar 21 ribu peserta didik sekolah vokasi maritim, serta lebih dari 5.600 lulusan SMK pelayaran niaga yang berpotensi mengisi kebutuhan tenaga kerja di industri kapal pesiar internasional.
Pembahasan mengenai peluang tersebut berlangsung dalam dialog yang digelar Kementerian Luar Negeri dengan melibatkan perwakilan negara-negara mitra, khususnya kawasan Uni Eropa, pelaku industri kapal pesiar, lembaga pendidikan dan sertifikasi, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Forum tersebut membahas berbagai langkah untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia, termasuk penguatan kemampuan bahasa Inggris, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi yang sesuai kebutuhan industri, serta penyelesaian berbagai kendala mobilitas tenaga kerja.
Selain peningkatan kompetensi, aspek perlindungan pekerja migran juga menjadi perhatian utama. Pemerintah menekankan pentingnya tata kelola penempatan yang aman, legal, dan berkelanjutan guna memberikan perlindungan maksimal bagi pekerja Indonesia di luar negeri.
Perwakilan negara sahabat menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk memperkuat kerja sama, baik melalui peningkatan kemampuan bahasa, pengembangan keterampilan sesuai standar internasional, maupun kolaborasi antara institusi pendidikan Indonesia dengan mitra industri di Eropa.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar global sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia nasional pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi.
(Red)

Tidak ada komentar