

M. Husni Mubarok (kiri) Moderator Rakernas Inkopontren.MEDIABRANTAS.com – Pada tahun 1994 Alm. KH Abdurrahman Wahid memanggil Kyai Manarul Hidayah. Ketika itu Gus Dur memerintahkan Kyai Manarul agar mendirikan Koperasi khusus untuk Pesantren, dengan syarat Koperasi tersebut tidak boleh diberikan kepada Kyai Pimpinan Pondok Pesantren dalam Pengelolaannya, tetapi harus diberikan kepada Putra sang Kyai yang minimal lulusan S 1.
Begitulah sekilas sejarah berdirinya Induk Koperasi Pesantren yang hari ini dinahkodai oleh Prof. DR. KH Aqil Siraj sebagai Ketua Dewan Pembina dan Dr. KH Mashudi Suud sebagai Ketua umum
Pada perjalanannya Induk Koperasi Pesantren (Inkopotren) tersebut pernah mengalami “Layu sebelum Berkembang” karna faktor minimnya Perhatian Pemerintahan orde baru ketika itu. Namun dengan semangat juang yang tinggi, para petinggi NU masa itu melakukan langkah – langkah strategis sehingga Induk Koperasi Pesantren tetap eksis sampai hari ini.
Pada tanggal 20 – 21 Mei 2026 Induk Koperasi Pesantren merumuskan Progam jangka Pendek, Menengah dan jangka panjang dikemas secara konstruktif melalui Rapat Kerja Nasional Induk Koperasi Pesantren digedung Smesco Jakarta yang dihadiri oleh Pengurus Inkopotren seluruh Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Pembina Ikopontren Prof. DR KH Said Aqil Siraj menekankan agar Pesantren tidak dijadikan sebagai Kuburan bagi Koperasi. Santri dan Para Putra Putri Pimpinan Pondok Pesantren harus cerdas secara spiritual dan cerdas secara intelektual dalam menghadapi Perkembangan zaman, sehingga dapat mengelola Inkopotren secara Profesional.
Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Inkopotren Dr. KH Mashudi Suud menghimbau agar santri harus mampu bersaing secara konstruktif untuk menjadi orang Kaya yang Berkah dan dermawan, lebih baik tangan diatas, dari pada tangan dibawah.
Peserta Rakernas mengharapkan agar Keberadaan Koperasi Merah Putih Gagasan Presiden Prabowo Subianto dapat bekerja sama dengan baik , sinergi dalam membangun Bangsa melalui Koperasi unsur manapun terlebih Induk Koperasi Pesantren.
M Husni Mubarok-MHM
(Moderator)

Tidak ada komentar