


Bekasi, MEDIABRANTAS.com – Polemik terkait penggunaan anggaran penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Kota Bekasi kembali mencuat. Aktivis dan pemerhati kebijakan publik, Frits Saikat, menantang mantan Ketua Panitia HPN untuk membuka secara transparan seluruh data penggunaan anggaran kegiatan yang bersumber dari APBD maupun bantuan pihak lain.
Menurut Frits, keterbukaan informasi diperlukan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai pelaksanaan HPN yang telah berlangsung beberapa waktu lalu.
“Jika memang penggunaan anggaran telah sesuai dengan peruntukannya, tidak ada alasan untuk tidak membuka seluruh rincian penerimaan dan pengeluaran kepada publik,” ujar Frits dalam keterangannya.
Diketahui, pelaksanaan HPN Kota Bekasi disebut memperoleh dukungan anggaran dari APBD Tahun 2025. Selain itu, panitia juga diduga menerima dukungan dari sejumlah instansi pemerintah maupun pihak swasta melalui mekanisme proposal kegiatan.
Frits meminta mantan Ketua Panitia HPN bersedia mengikuti diskusi terbuka atau forum klarifikasi publik guna menjelaskan seluruh penggunaan anggaran secara rinci. Menurutnya, transparansi merupakan bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat.
“Anggaran yang berasal dari APBD merupakan uang rakyat yang harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. Karena itu, publik berhak mengetahui bagaimana penggunaannya,” tegasnya.
Ia juga mendorong aparat pengawas internal pemerintah serta aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian dalam pengelolaan anggaran.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak mantan Ketua Panitia HPN belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan klarifikasi tersebut.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
(Red)

Tidak ada komentar