x

Ketum BM PAN Prihatin Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Minta Pencarian Ditingkatkan

waktu baca 3 menit
Kamis, 10 Sep 2026 16:39 52 Media Brantas

JAKARTA, MEDIABRANTAS.com Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (DPP BM PAN), Slamet Ariyadi, menyampaikan rasa keprihatinan dan duka mendalam atas insiden hilangnya kontak lima orang awak media bersama tiga kru kapal di perairan Selat Sunda.

Rombongan tersebut diketahui tengah menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

​Slamet mendoakan agar seluruh jurnalis dan kru kapal yang berada dalam rombongan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Ia juga mendorong pihak-pihak berwenang agar mengerahkan seluruh sumber daya secara optimal demi mempercepat proses evakuasi.

​”Kami di keluarga besar DPP BM PAN sangat terkejut dan prihatin mendengar kabar hilangnya rekan-rekan jurnalis saat menjalankan tugas mulia di Selat Sunda. Mari kita bersama-sama mendoakan agar mereka lekas ditemukan dalam keadaan selamat tanpa kurang suatu apa pun,” ujar Slamet Ariyadi dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

​Selain itu, Slamet memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim SAR gabungan, Basarnas Banten, jajaran Kepolisian (Polairud dan Polda Banten), serta seluruh unsur yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah melakukan operasi penyisiran di tengah berbagai tantangan cuaca ekstrem di lapangan.

​”Apresiasi yang sebesar-besarnya kami tujukan kepada tim SAR gabungan yang bergerak cepat sejak hari pertama laporan diterima, bahu-membahu menyisir lautan demi misi kemanusiaan ini,” tambahnya.

Kronologi dan Data Korban Hilang

​Berdasarkan data yang dihimpun dari Kantor SAR Banten dan unsur terkait, insiden bermula ketika speedboat yang membawa delapan orang berangkat dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

​Tujuan keberangkatan mereka adalah untuk meliput secara langsung rangkaian erupsi signifikan yang tengah dialami oleh Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

​Pada pukul 14.42 WIB, salah seorang penumpang sempat melakukan komunikasi terakhir dan mengirimkan titik koordinat (share location) kepada rekan sesama jurnalis. Namun, pada pukul 15.04 WIB atau berselang sekitar 22 menit kemudian, seluruh saluran komunikasi dan sinyal dengan kapal tersebut terputus total.

Adapun daftar lima jurnalis dan tiga awak kapal/kru yang masih dalam pencarian intensif meliputi: M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis LKBN Antara), ​Ari Basuki (Jurnalis Merdeka.com), ​Yudhis (Jurnalis iNews), ​Daus (Jurnalis Anadolu Agency), ​Donal (Jurnalis Freelance), ​Warta (Kapten Kapal), ​Sukarman (Anak Buah Kapal / ABK), dan ​Heriyanto (Guide / Pemandu).

Hingga saat ini, Tim SAR gabungan terus memperluas area penyisiran hingga radius ratusan mil laut serta menyisir sejumlah pulau di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Operasi pencarian sempat menemui kendala di lapangan akibat kecepatan angin yang cukup tinggi mencapai 16,7 knot serta gelombang laut yang berkisar antara 1 hingga 2 meter.

​Slamet Ariyadi kembali mengimbau kepada para nelayan serta masyarakat pesisir yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda agar segera melapor kepada posko terpadu di Carita apabila menemukan tanda-tanda atau benda terapung yang mencurigakan.

 

(Red)

Media Brantas

Admin Mediabrantas.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x