x

Kejurnas II INASSOC Jadi Bukti Airsoft Gun Semakin Diakui Sebagai Olahraga Kompetitif

waktu baca 2 menit
Minggu, 28 Jun 2026 22:48 26 Admin

mediabrantas.com | Jakarta –  Perkembangan olahraga airsoft gun di Indonesia menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) II INASSOC 2026 yang diikuti hampir 250 atlet dari berbagai daerah.

Ajang yang digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur, tersebut menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga yang menggabungkan unsur akurasi, strategi, dan disiplin.

Photo: Andi M Zunun (kiri) Ketua pelaksana Kejurnas II Inassoc 2026 bersama Sekretaris Umum Inassoc Pilihanto (Kanan) saat sesi wawancara selepas event Kejurnas II Inassoc (Doc.cam)

Ketua Pelaksana Kejurnas II INASSOC, Andi M. Zunun, menilai keberadaan kompetisi rutin sangat penting untuk menjaga semangat pembinaan atlet sekaligus memperluas edukasi kepada masyarakat.

Selain pertandingan, panitia juga memberikan pemahaman mengenai penggunaan dan kepemilikan airsoft gun secara legal agar masyarakat dapat membedakannya dengan airgun maupun senjata api.

Sedangkan keberhasilan atlet-atlet muda seperti Griselda Widianti meraih prestasi menjadi bukti bahwa olahraga ini memiliki masa depan cerah dalam pembinaan generasi muda.

Dengan dukungan komunitas yang terus berkembang dan kompetisi yang semakin profesional, airsoft gun berpeluang menjadi salah satu olahraga rekreasi paling berkembang di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Atlet muda Speed Shooter INASSOC, Griselda Widianti, mencuri perhatian pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) II INASSOC 2026 setelah berhasil meraih dua medali emas dari tiga nomor yang diikutinya.

Prestasi tersebut diraih pada kategori Double Weapon Mix Putra-Putri dan Single Weapon Handgun.

Meski berhasil naik podium tertinggi, Griselda mengaku tantangan terbesar dalam kompetisi justru berasal dari faktor mental.

“Rasa gugup itu selalu ada. Bahkan setelah bertahun-tahun bertanding, tetap saja ada perasaan deg-degan saat masuk arena,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh latihan fisik dan teknik, tetapi juga kemampuan mengenali kelemahan diri sendiri.

“Setiap orang harus tahu kekurangannya. Ada yang perlu meningkatkan akurasi, ada yang harus memperbaiki kecepatan. Semua kembali kepada evaluasi diri,” ujarnya.

Griselda berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk lebih berani terjun ke dunia olahraga menembak.

Ia juga optimistis kontingen DKI Jakarta mampu meraih prestasi lebih baik pada FORNAS 2028 mendatang.

Rs

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x