x

Bandung Mulai Turunkan Kabel Fiber Optik, 104 Ruas Jalan Bakal Bebas Kabel Udara

waktu baca 2 menit
Selasa, 9 Des 2025 14:55 33 Media Brantas

MEDIABRANTAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini memasuki tahap baru dalam menata jaringan kabel udara yang semrawut di ruang publik.

Melalui agenda Kick Off Penurunan Kabel Fiber Optik yang digelar di Taman Dewi Sartika, Balai Kota Bandung, Senin (8/12/2025), Pemkot Bandung resmi memulai pengendalian kabel udara dan migrasinya ke sistem jaringan infrastruktur pasif telekomunikasi (IPT) bawah tanah atau ducting system.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemkot Bandung bersama PT Bandung Infra Investama (BII) melalui kemitraan non-APBD dengan berbagai operator telekomunikasi.

Program IPT direncanakan berlangsung hingga 2027. Targetnya, pada akhir 2026, 65 ruas jalan telah tertata, dan sisanya 39 ruas akan diselesaikan pada tahun berikutnya.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengapresiasi para operator dan mitra strategis yang terlibat. Menurutnya, kabel udara yang tidak tertata selama ini menjadi keluhan masyarakat sekaligus tantangan estetika kota.

“Tidak ada satu pun dari kita yang ingin Kota Bandung terlihat semrawut,” ujar Farhan.

Farhan menegaskan, program ini bukan sekadar proyek konstruksi telekomunikasi, melainkan bagian dari transformasi digital kota sekaligus upaya perbaikan tata ruang publik.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi, komitmen pemeliharaan jaringan, dan model pembiayaan yang tidak membebani masyarakat.

“Kota Bandung memiliki 2,6 juta warga yang membutuhkan layanan internet stabil. Ini sekaligus peluang bisnis dan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Secara teknis, Farhan menetapkan batas waktu 15 Desember 2025 untuk penyelesaian tahap pertama, sebelum masa libur Natal dan Tahun Baru 2026.

“Tahun lalu pekerjaan ini sempat dihentikan karena mengganggu mobilitas warga saat Nataru. Tahun ini, persiapan kami lebih matang,” ujarnya.

Proses penataan jaringan akan dilanjutkan pada 8 Januari 2026. Wali Kota meminta seluruh operator telekomunikasi dan PT BII memperhatikan dua hal penting yakni sosialisasi kepada publik agar masyarakat memahami kemungkinan gangguan layanan, dan transparansi serta rasionalisasi tarif untuk mencegah lonjakan harga layanan internet yang bisa berdampak pada inflasi daerah.

 

(Red)

Media Brantas

Admin Mediabrantas.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x